Berikut Rukun Khutbah Jumat

Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipahami
source gambar : idntimes.com

Bagi umat Islam, wajib hukumnya untuk laki-laki melaksanakan sholat Jumat berjamaah di masjid. Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang keutamaan melaksanakan sholat Jumat.

Abu Hurairah mengabarkan bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah lalu segera ke masjid pada jam yang pertama maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina, dan barangsiapa pergi pada jam ketiga, maka seakan-akan ia berkurban dengan domba yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rukun Khutbah Jumat

Ada beberapa syarat sah sholat Jumat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah rukun khutbah Jumat. Lalu apa saja rukun khutbah Jumat? Untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama ulasan berikut ini.

  • Rukun khutbah yang pertama adalah memuji Allah di kedua khutbah. Pada rukun ini disyaratkan menggunakan kata ‘hamdun’ dan lafaz-lafaz yang satu akar kata dengannya, misalnya ‘alhamdu’, ‘ahmadu’, ‘nahmadu’. Begitupun dengan pengucapan kata ‘Allah’ tertentu menggunakan lafaz jalalah, tidak cukup menggunakan asma Allah yang lain.
  • Rukun yang kedua adalah sholawat atas Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa sholawat tidak wajib, itu artinya bukan termasuk rukun khutbah Jumat.
  • Rukun yang ketiga adalah mengucapkan syahadat (bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah).

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : “Tiap-tiap khutbah yang tidak ada tasyahud (syahadat) padanya, maka khutbah itu seperti tangan yang terpotong” (HR. Abu Dawud).

  • Rukun yang keempat adalah berwasiat (nasihat) dengan takwa serta mengajarkan hal-hal yang perlu disampaikan kepada jamaah, sesuai dengan kondisi tempat dan waktu, baik masalah agama, maupun dunia, seperti bermuamalah, siasat, dan lain sebagainya dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh jamaah tersebut.
  • Rukun yang kelima adalah membaca ayat Al Quran pada salah satu atau kedua khutbah.

Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang hal ini. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa dan Utsman bin Abi Syaibah sedangkan ma’na haditsnya dari Abu al-Ahwash telah menceritakan kepada kami Simak dari Jabir bin Samurah ia berkata : ” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyampaikn dua kali khutbah, beliau duduk di antara dua khutbah tersebut, beliau membaca Al Quran dan memberi peringatan kepada orang-orang.” Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kami Abu ‘Awanah dari Simak bin Harb dari Jabir bin Samurah ia berkata, saya melihat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam khutbah dengan berdiri kemudian duduk, beliau tidak mengatakan sepatah kata pun….” lalu dia melamjutkan hadits tersebut.

  • Rukun yang keenam adalah berdoa untuk kaum mukminin dan mukminat pada khutbah yang kedua. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa berdoa dalam khutbah yang kedua ini tidak wajib sebagaimana di lain khutbah.

Leave a Comment